Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts
Kamu sekarang umur berapa?

Sudah pernah kena cacar air belum?

Saya sudah, di akhir tahun 2015 kemarin,

di umur 22.
.
.
.
.
.

Lagi-lagi bukan post yang istimewa, tapi saya tetap mau berbagi *maksa*
Pengalaman terkena cacar air. Muehehehe.

Cacar air.
Siapa yang nggak tau penyakit ini? Bukan penyakit mematikan, tapi cukup menghantui banyak orang, terlebih karena mitos-mitos yang menyertainya.

Entahlah, mitos tentang cacar air ini ada buanyak, sudah kuat dan mendarah daging sekali di masyarakat. Waktu saya sakit kemarin juga banyak yang ngotot banget kasih tips aneh-aneh ini itu sampai saya geli sendiri.

Terserah yang baca mau setuju atau tidak, tapi ini pandangan saya setelah saya alami cacar air itu sendiri ya.

Saya memang belum pernah cacar air dari kecil. Dan tiap kali saya ngobrol dengan orang dengan topik cacar air, rata-rata orang pasti bilang gini, "Hih, belum cacar! Hati-hati lho, kalau udah gede terus kena cacar air nanti bekas cacarnya nggak bisa hilang!" Saya sih waktu itu santai aja, karena mama saya sendiri belum cacar air sampai detik ini (umur sudah 56 tahun). Jadi saya percaya mungkin saja saya memang nggak akan kena cacar air kayak mama.

Tapi toh akhirnya saya kena cacar air juga. HAHA.

Dan waktu itu..
timing cacar air nya ..
bener-bener nggak banget.

Sumpah.

Kenapa?

Karena waktu itu saya sedang sendirian di rumah.

Alah, sendirian di rumah aja digede gede inn ~

Oke ini memang terdengar sepele, tapi buat saya enggak. Saya betul-betul sendirian di rumah selama kurang lebih satu mingguan. Dan itu adalah pertama kalinya saya di rumah sendiri ri ri dalam hidup. Pernah sih ditinggal sendiri di rumah, tapi nggak pernah lebih dari 2 hari.

Nah yang kali ini seminggu bro!
Kakak ada di Jakarta untuk kerja. Mama papa lagi tahun baruan sambil liburan Silver Wedding Anniv (iyes, gaya banget) ke Thailand seminggu. Saya harus masuk kerja tanpa libur di Malang karena waktu itu adalah high/ peek season (libur natal tahun baru), dan Guest House tempat saya bekerja lagi rame-ramenya.

Jadilah saya yang masih polos nggak tahu apa-apa ini mau nggak mau urus segalanya sendiri. *Mammmaaaaaaa*

Awalnya saya juga nggak tahu, tiba-tiba kepala kok gatel. Saya pikir, ah ketombe lagi banyak kali. Terus lama lama di perut kok banyak merah-merah seperti digigit semut, besoknya menggembung dengan air di dalamnya, dan gatal. Kemudian hal yang sama muncul di tangan, dada, dan bahkan di bagian sensitif  (T^T)

Sempat curiga itu cacar air, tapi masih nggak yakin. Bisa jadi gatel-gatel biasa gara-gara serangga atau apa gitu. Saya ketik gejala cacar air di Google, muculnya gambar-gambar mengerikan. Saya yang sudah parno duluan denger mitos-mitos cacar air yang saya dengar sejak saya kecil, semakin parno lah saya lihat gambar di Google. Saya nggak tahu harus apa.

Usaha terakhir, setelah coba tanya-tanya ke teman kerja. Dan diyakinkanlah saya kalau benjolan-benjolan itu memang benjolan cacar air *lemes*.

Nggak bisa merengek ke siapa-siapa karena orang tua sedang tidak ada, mau Wassap mama di Thailand juga gak enak, takutnya mereka kepikiran dan kesannya saya jadi pengganggu liburan. Akhirnya saya kembali ke mbah Google dan coba cari-cari informasi. Saya cari yang paling ilmiah, dan yang tidak berbau mitos jaman dahulu.

Hal pertama yang saya baca dan paling ngena,
mitos "dilarang mandi saat cacar" itu nggak ada bener-benernya. Ini mitos yang paling populer di dunia per-cacar air-an. Ada yang bilang nanti cacar nya jadi lembek apa gimana gitu lah (lembek?)
Takut pecah karena kegosok, luka, terus sakit kalau kena air.
Tapi logikanya, itu cacar air, bikin gatel kan? Terus udah gatel, seharian beraktivitas, siang hari panas-panasan, keringetan, terus gak boleh mandi.
Apa gak tambah guatel?

Saya pikir betul juga. Nurutin mitos yang ada makin gatel gak bisa tidur garuk-garuk sampai luka.

Akhirnya, sepulang kerja saya ke mini mart terdekat, saya beli Detol cair sama bedak Caladin, juga beberapa kotak jus jambu dan vitamin C. Pulang rumah saya mandi pakai air hangat dengan Detol, setelah itu saya taburi sekujur tubuh pakai bedak Caladin. Rebes. Gatelnya jadi hilang. Saya tidur nyenyak tanpa garuk sana sini.

Dari yang saya baca juga, cacar air asalnya adalah virus dan menyerang ketahanan tubuh.
Jadi saya putuskan untuk makan yang banyak (ya, biasanya juga banyak sih) sama minum vitamin C.
Saya dengar orang kalau kena cacar biasanya disertai panas, demam, lemes, dll. Puji Tuhan saya enggak. Yah mungkin pengaruh makan banyak itu tadi kali ya (baca: rakus) Jadi cacar nya nggak ada kesempatan buat nyerang ketahanan tubuh saya.

Jangan lupa ya, jus jambu (jambu punya kandungan vit. C terbanyak dari segala jenis buah) dan suplemen vit. C itu berperan besar untuk lawan berbagai penyakit lho!. Nggak cuma cacar air, tapi semua penyakit :)

Hari-hari berkutnya, benjolan-benjolan baru terus muncul. Tapi sekali lagi puji Tuhan enggak banyak. Saya sudah takut duluan kalau keluar banyak di wajah gimana, tapi untunglah banyaknya di rambut sama perut. Di wajah ada 3 mungkin, dan salah satunya nggak sempat membenjol/menghitam, cuma merah-merah sedikit terus kempes.

Tips penting, jangan ganggu benjolan cacar air. Saya sudah diwanti-wanti sama salah satu teman kalau cacar air jangan digaruk, apalagi di muka. Bisa bopeng nggak bisa sembuh. Jadi saya bener-bener menahan diri membiarkan benjolan cacar air di tubuh saya sampai menghitam sendiri, sampai mengelupas sendiri.

Yah, tapi tidak sepenuhnya berhasil sih.

Saya gatel ikut ngelupasin benjolan yang sudah kering dan menghitam di bagian perut dan tangan, akhirnya ada bekas-bekas samar sampai sekarang. Yang di wajah ada di bagian mata yang saya garuk terus, dan akhirnya beneran bopeng. Kecil sih, tapi tetep aja bikin sedih. Di bagian wajah lain yang saya nggak sentuh bisa pulih tanpa bekas. Saya agak menyesal gak bisa menahan diri keinginan garuk-garuk.

Jadi, kalau kena cacar air jangan digaruk atau dikelupas sendiri ya! Serius.

Saya hitung-hitung, mulai dari awal munculnya gejala gatal-gatal sampai semua benjolan mengering itu, kira-kira rentang waktunya 1 minggu. Dan selama itu, puji Tuhan makan saya tetep buanyak, nafsu makan tetep gitu ya, nggak ada yang namanya lemes atau pegel-pegel, nggak doyan makan dan nggak pernah merasa gatal banget sampai nggak bisa tidur. Aktivitas berjalan dengan normal seperti biasa.

Ketika hari minggu ke gerja, ternyata ada baanyak sekali orang gereja yang terkena cacar air, berbarengan sama saya. Mungkin ada 5-6 orangan lah. Salah satu orang gereja bilang, mungkin waktu perayaan Natal kemarin ada yang cacar, terus di dalam gereja kan ada blower, jadi virusnya nyebar gitu. Hahaha, tidak tahu benar atau tidak teorinya. Tapi masuk akal juga secara virus cacar air kan menularnya memang lewat udara, seperti flu.

Dari sekian orang yang terkena cacar di gereja, saya yang paling terlihat baik-baik saja, seperti tidak terkena cacar. Puji Tuhan. Ada yang pemikirannya sama kayak saya, mandi pakai Detol dan minum vitamin, akhirnya cepat sembuhnya seperti saya. Ada kerabat yang diminumin obat, gak dibolehin mandi dan gak dibolehin keluar sama mama nya malah jadi yang paling parah, paling banyak cacarnya, dan paling lama sembuhnya.

Well, daripada post nya makin kepanjangan, saya langsung kasih kesimpulan aja ya. Ini tips berdasarkan fakta yang saya baca, dan tentu berdasarkan pengalaman pribadi yang nggak bisa bohong.

1. Tetaplah mandi saat cacar.
Pakai air hangat dan Detol, yang bersih, kemudian pakai bedak Caladin untuk mengurangi rasa gatal. Cuman gosok badannya jangan brutal kayak pas luluran aja ya. Perlahan tapi pasti bersih.

(tips: Detol cair bisa dimasukkan bak mandi, atau kalau pakai shower bisa ditotol-totol dulu Detol nya ke bagian tubuh yang gatal pakai kapas, kemudian baru mandi seperti biasa)


2. Orang cacar nggak boleh keluar rumah, nggak boleh kena angin. Apa iya?
Saya tetap beraktivitas seperti biasa, was wes rumah-tempat kerja pakai motor dan tidak ada pengaruhnya sama sekali sama penyakit cacar saya.
Mungkin kalau yang dimaksud jangan keluyuran itu baru betul. Istirahat yang banyak di rumah, jangan sampai kecapekan, biar badan tetap bugar. Biar gak nularin sana sini juga.

3. Jaga selalu ketahanan tubuh.
Sekali lagi acar itu virus, menyerah ketahanan tubuh. Kalau badan nggak fit, bisa jadi saat cacar badan ikutan lemes dan sakit semua. Tapi kalau tetap banyak makan makanan sehat dan minum vitamin, dijamin badan akan tetap bugar nggak pake deman pegal linu segala.


4. Jangan garuk benjolan cacar.
Kecuali kamu memang pengen kulitmu jadi bermotif polkadot.
Terlebih yang di wajah, potensi menjadi bopengnya besar bok. Muka jerawatan 1 aja kita heboh ya kan, masa mau muka jadi bopeng dan penuh bekas luka? Enggak dong yaa.
Kalau kamu mau sabar gak garuk sana garuk sini, saya jamin 100% cacar air tidak akan meninggalkan bekas apapun walaupun kamu sudah dewasa.

(Tips: kalau ada benjolan cacar yang pecah, langung basuh dengan kapas + alkohol. Benjolan cacar jika pecah dan airnya meluber bisa melahirkan benjolan baru ke bagian kulit yang lain. Jadi lebih baik dilap dengan alkohol agar steril, tidak menulari bagian kulit yang lain, selain itu bisa membuat luka cacar air cepat kering.)

5. Semakin banyak bintik cacar semakin baik, semakin cepat sembuh.
Entahlah, ada yang percaya kalau cacar harus dikasih obat biar cacarnya keluar semua. Kalau saya sih nggak percaya. Bintik cacar saya nggak banyak, ada yang malah kempes duluan sebelum pecah, dan saya bersyukur akan hal itu. Gatelnya jadi gak parah, garuk-garuknya jadi lebih sedikit, bekas yang ditinggalkan juga bisa diminimalisir. Dan yang jelas saya jadi lebih cepat sembuh dari orang yang dikasih obat itu.

Selain itu, menurut yang saya baca, banyaknya bintik cacar yang muncul itu berbanding dengan ketahanan tubuh yang dimiliki. Semakin jelek imunitasnya, maka bintik cacar semakin banyak muncul.

6. Disembur jagung muda?
Salah satu mitos paling kuat nih.
Ada temen saya yang ngotot suruh saya beli jagung muda ke pasar, parut, kemudian balurkan ke badan. Teman yang lain juga cerita kalau dulu waktu dia terkena cacar, dia disembur neneknya sama jagung muda. Weleh weleh. Kata mama saya sih, jagung muda itu kan punya kandungan pati, dan fungsinya hampir mirip dengan bedak Caladin, memberi rasa dingin dan meredakan rasa gatal. Udah itu aja. Ya monggo kalau ada yang masih mau parut-parut jagung muda. Saya sih mending pakai bedak aja, simple tinggal tabur hehehe ..




Yuk ah.
Sudah 2016, jangan masih percaya mitos yang juntrungannya nggak jelas ya!


Beberapa hari yang lalu saya iseng iseng buka blog yang sudah penuh debu dan usang ini kembali, saking ga ada kerjaannya di tempat kerja. Kemudian saya menemukan post pendek yang berjudul “Humility” yang saya tulis beberapa tahun silam. Bukan tulisan saya, tapi dari buku renungan harian yang saya baca. Setelah membaca-baca, saya kok jadi pengen berbagi hal lain tentang ‘kerendahan hati’ lewat blog ini. Bukan pengalaman istimewa yang menyentuh hati, tapi memberkati dan menyadarkan sekali. At least buat saya.

Waktu saya kuliah Arsitektur dulu, saya punya teman, biar sopan sebut saja namanya Sisi, bukan nama sebenarnya ^^. Dari Semester 1 sampai Semester 7 sih cuman sekedar kenal aja, tapi di waktu skripsi, kami satu studio. Namanya studio skripsi, ketemu 5 hari seminggu, ketemu bertatap muka 8 jam sehari (belum termasuk kalau lembur sampai malam -_-), mau nggak mau satu studio jadi deket semua seperti keluarga. Apalagi mahasiswa teknik ceweknya cuman 20%, dan di studio saya ceweknya cuma ada 5 dari 20an penghuni studio. Jadilah kami, segelintir ciwi ciwi studio skripsi, sering ngobrol, berbagi, cari makan siang bareng, sampai akhirnya kemana mana bareng.

Singkat cerita kami jadi cukup dekat, mulai buka rahasia dikit dikit. Nah, si Sisi ini anaknya pendiam, nggak banyak bicara, sederhanaaaaaa sekali, pokoknya nggak macem-macem. Sungguh tanpa ada maksud menghina ya teman temiin, tapi baju yang dia pakai ke kampus juga nggak beragam sekali, nggak kayak saya yang punya prinsip dalam sebulan kuliah nggak boleh ada baju yang dipakai 2 kali. Jadi dalam sebulan baju yang dipakai tiap hari harus ganti, gitu. Itulah saya. Tapi si Sisi ini sama sekali berbeda. Tas yang dia pakai pun mungkin hanya gantai sekali atau dua kali selama 4 tahun kuliah.

Dan disinilah rahasianya, teman teman.

Waktu itu namanya mahasiswa ya, belum ada penghasilan tetap. Saya sih ada dari kerja part time dari Semester 2, tapi gajinya nggak seberapa dan tiap bulan pasti ludes nggak bersisa gara gara kebanyakan online shopping *jadi curhat* Intinya, seorang mahasiswa, apalagi yang perantauan, berapa sih saldo tabungan yang di punya? Mostly, setahu saya, kecuali teman-teman yang bener-bener dari keluarga berada ya, saldo di tabungan pasti sekitar 6-7 digit aja ya kan? Saya pun sama, liat saldo ada 7 dikit dan diawali 2 koma aja udah untungggg. Lah si Sisi ini cerita kalo saldo di ATM nya 8 digit. Belasan koma begitu lah pokoknya *jengjeng*

Uang darimana?

Bukan dari upah bekerja (Sisi nggak kerja apa-apa kok) atau diberi cuma cuma dari keluarga, tapi ternyata eh ternyata si Sisi ini ngumpulin uang jajan yang didapat dari keluarganya setiap 6 bulan sekali/ per semester. Dikumpul kumpulin jadi banyak.

Astaga, saya cuma melongo dengernya.

Saya dan teman teman ciwi ciwi yang lain cuma bisa terheran heran sambil bilang “Astaga, Si. Kalo aku jadi kamu pasti gaya hidupku gak kayak begini, pasti nggak makan hemat begini, pasti belanja kemana mana, pasti blab la bla..”

Dengar ceritanya Sisi, saya jadi introspeksi diri. Saya seperti barusan ditampar keras dengan kerendahan hati yang Sisi punya. Disaat yang lain berusaha terlihat kaya diluar tapi ternyata nggak punya apa apa, Sisi justru sebaliknya.

Ah, kamu humble sekali, Sisi.
Saya sungguh belajar banyak dari kamu.
Selain cerita dari si Sisi, ada lagi hal yang menampar saya lumayan keras. Gambar ini.



Familiar sama gambarnya Benny Mice kan? Kartunis ini memang doyan bikin gambar yang lucu, berdasar pada kenyataan sehari-hari, dan mostly nyindirnya cukup ngena. Contohnya ya ini nih.

Saya nggak sampai segitunya sih, tapi saya cukup disadarkan juga. Terlihat kaya hanya di luar, apa untungnya? Apa agar tidak dipandang rendah orang lain? Hari gini kok masih mikirin opini orang lain.Banyak lho kasusnya, orang nurutin pergaulan, nurutin pendapat dan pandangan orang, jadinya babak belur sendiri.

Teman kerja saya pernah cerita soal tetangganya, rumahnya biasa, ibunya juga cuma orang sederhana yang tinggal di desa, tapi anaknyaaaaa ya ampun, mungkin karena lingkungan kerjanya sebagai SPG juga, gaya hidupnya jadi ikut-ikutan (sok) jet set. Tiap hari, kalau berdasarkan timeline Path nya ya, kerjaannya belanja kemana, nginep di hotel mana, party di villa mana, dan sebagainya.

Ada yang pengen dipandang sebagai orang berada, akhirnya beli rumah gede, beli mobil, dsb dsb. Tapi kredit semua. Akhirnya gaji tiap bulan langsung bless hilang kesana kesini buat nyicil ini itu. Sisanya gak seberapa. Rumah mewah, mobil mewah, hidup merana. Mau punya hidup seperti itu? Hanya untuk dipandang orang lain?

Kurang lebih begini nih, hahaha (gambar dari Benny-Mice lagi)



Mama juga pernah cerita ada temennya di sekolah yang tiap bulan kerjaannya beli Tup****are (toples warna warni yang gak murah itu lho). Jadi tiap keluar yang baru, beli. Ada model baru dan dia belum punya, beli. Lha gini ini ngapain? Buat apa? Mau dibuat koleksi apa gimana? Kalau memang butuh sih gak apa-apa, lha tapi kalo semua produk satu katalog harus dipunya semua ngapain? Mama sih gak pernah tergoda, karena di rumah toples juga sudah banyak, dan itupun sebagian besar nggak terpakai.

Terus tetangga saya juga ada, pernah sakit hati karena dipandang rendah sama tetangga saya yang lain. Kalau gak salah denger dia mau pinjam uang tapi gak dikasih karena yang mau mijemin ini takut uangnya gak balik atau gimana gitu *urusan ibu-ibu pkk, gak pengen ikutan* Kemudian sakit hatilah dia. Akhirnya dia pengen buktikan ke tetangganya itu kalau dia juga punya uang, kalau hutang pasti mampu membayar, gitu. Nggak lama belilah dia motor. Nggak tanggung-tanggung, langsung 4 bok! Dan semuanya diparkir di depan rumah udah kayak pameran motor *melongo* Nah ini nih, babak belur demi harga diri. Oalah dunia sekarang ..

(Btw, ini kok ceritanya jadi panjang kemana mana -_-)

Saya sendiri sekarang sudah berubah banyak sih. Dulu waktu SMP, belum boleh bawa motor, saya sama kakak dijemputnya barengan sama papa. Kami nggak punya mobil, jadilah digonceng nya bertiga, cenglu istilahnya kalau di Malang, gonceng telu. Sekolah di sekolah elit, hampir semua dijemput pakai mobil, saya harus cenglu malu juga. Dalam hati pengen bisa seperti teman yang lain, punya mobil. Saya sering bilang mama, pengen punya mobil. Mama sih jawabnya santai aja, memang uang darimana, rumah juga seupil mobil mau taruh mana, punyapun satu keluarga ga ada yang bisa bawa mobil, hahaha. Dipikir-pikir betul juga, wong gak mampu kok, ngapain maksa punya, hanya demi nutupin malu.

Seringkali saya meminta, tanpa peduli kondisi keuangan keluarga. Seperi lupa kalau saya bukan orang kaya. Kalau diingat-ingat malu sendiri, kok ya childish sekali saya ini 

Tapi sekarang saya sudah tidak peduli lagi dengan pandangan orang. Biarin punya hape murah, yang penting bisa dipakai. Biarin rumah kecil di pucuk gunung, yang penting bayarnya gak pake utang sana sini.Biarin instagram isinya monoton selfie , gak kayak anak-anak hits yang suka hang out kemana mana, isinya foto makanan ini, foto di tempat kece itu, dsb, yang penting saya tiap bulan komitmen nabung buat masa depan.

Coba lihat lagi gambar kartun Benny Mice yang tadi sudah saya posting, kira-kira kamu mau hidup dengan cara yang mana? Kanan atau kiri?


(gambar screenshot timeline twitter, sudah sering saya posting dimana mana ^^)

Dan ini saya dan ciwi ciwi di studio skripsi waktu Yudisium. Saya yang ujung kiri, kalau Sisi .. tebak sendiri ah! ;)

Pagi hari.
Bangun tidur.
Turun ke bawah ke kamar keluarga.
Mama papa lagi ngumpul dan mengobrol seperti biasa.
Sesekali bercanda dan tertawa bersama.

Terlihat biasa memang.
Tapi buat saya mereka lovey dovey sekali.

Dan pada detik itu ..

saya merasa jadi orang yang paling kaya di dunia :)

Punya kedua orang tua yang masih lengkap dan sehat, apakah ada kekayaan yang lebih baik dari ini?

Kalau kamu, kapan kamu merasa jadi orang paling kaya di dunia?
Pertanyaan:
Bolehkah kita marah, kecewa, kesal gara-gara kecewa sama sesame pelayan Tuhan? Kejadian seperti ini bukan yang pertama atau kedua kali. Pengen pindah gereja!!

Jawab:
Salah satu penyebab utama seseorang kabur dari gereja adalah keekcewaan pada pemimpin atau pelayan. Biasanya itu dimulai dengan kekesalan karena pemimpin atau rekan sepelayanan yang menurut kita tidak memenuhi standar yang seharusnya dimiliki oleh seorang pelayan Tuhan. Kekesalan inilah yang terkadang jadi pertentangan dan permusuhan karena kita berusaha mengubah orang lain supaya memenuhi standar yang kita inginkan. Dan seringkali aplikasinya dengan cara-cara yang cukup keras.

Masalahnya, perubahan itu bukan suatu hal yang mudah, cepat, dan bias diterima semua orang. Pertentangan bertambah menjadi pertengkaran. Pertengkaran menjadi kepahitan dan kekecewaan. Pada akhirnya kita keluar dari gereja dan berusaha mencari gereja lain yang lebih baik dengan pelayan yang lebih sungguh-sungguh.

BUKANNYA MELARANG pindah ke gereja lain, karena dalam kenyataannya perpindahan itu terkadang diperlukan. Misalnya karena lebih cocok atau karena pindah kota. Atau juga karena pelayanan yang kita inginkan lebih berkembang di gereja lain dan alasan-alasan lain.

TAPI, perpindahan gereja karena kekecewaan TIDAK AKAN PERNAH BERHASIL.

TIDAK ADA GEREJA YANG SEMPURNA yang dipenuhi dengan orang-orang yang kudus tanpa ada cacat cela sedikitpun. Gereja terdiri dari kumpulan banyak orang, sebagian mungkin sungguh-sungguh, sebagian mungkin masih baru ‘lahir’ dan sebagian lagi mungkin orang yang menyebalkan. Ke gereja manapun kita pergi, cepat atau lambat kita akan menemukan orang-orang yang punya pandangan berbeda dengan kita.

Kecenderungan kita ketika kita menemukan orang yang pemikirannya berbeda dengan kita, kita memaksa mereka untuk berubah. Masalahnya, kita gak bisa mengubah orang lain. Perubahan hanya bias dilakukan orang itu sendiri dan kalau orang tersebut mau untuk berubah.

“Saya punya kekecewaan pada pelayan-pelayan dan pemimpin-pemimpin di gereja saya. Ada masa dimana saya bener-bener kesel dan ingin pindah ke gereja lain yang lebih baik. Saya sendiri lupa caranya saya bisa lewatin masa-masa itu tanpa kecewa berkepanjangan. Tapi saya masih menyimpan prinsip yang saya dapat dari masa-masa itu. Yang pertama, sama seperti prinsip saya mengenai pasangan, jangan hanya mencari pasangan yang tepat tapi terlebih dahulu jadilah pasangan yang tepat. Jangan hanya menjadi gereja yang baik tapi terlebih dahulu jadilah jemaat yang baik.”

Apakah Worship Leader gereja kita nyanyinya gak semangat dan kurang urapan? Jangan hanya melipat tangan dan mengomel, tapi nyanyilah dengan semangat supaya orang di sebelah kita bisa terbawa semangat juga.

Prinsip kedua, kita tidak bisa mengubah orang lain tapi kita pasti bisa merubah diri kita sendiri. Ketika kita berusaha mengubah diri kita sendiri semakin lebih baik, kita melakukannya bukan hanya supaya orang lain disekitar kita melihat dan tergerak untuk menjadi lebih baik, tapi kita melakukannya supaya kita juga tidak terseret oleh orang-orang di sekitar kita dan menjadi lebih buruk.

Tidak masalah kalau orang lain di sekeliling kamu pelayanannya gak bener. Itu urusan dan tanggung jawab mereka sendiri dengan Tuhan. Yang terpenting adalah tanggung jawab kita sendiri dengan Tuhan, jangan kecewa dan nyari gereja lain. Tetap pegang standar yang kamu inginkan, bukan hanya agar orang lain melihat dan tergerak, tapi lakukan demi diri kita sendiri supaya kita tidak terbawa dunia ini. Seperti seseorang yang berusaha berenang melawan arus, kita berenang bukan hanya untuk menaklukan sungai itu, tapi juga agar kita tidak terbawa arus.

Jangan kuatir jika ada yang memanfaatkan, cuek saja. Kalau kita bisa bertahan dan setia untuk waktu yang cukup lama, kita akan menemukan kalau orang-orang seperti itu pada akhirnya akan tersaring dan menyisakan orang-orang yang setia. Jangan kuatir kalau pelayanan itu berakhir, Tuhan akan buka pelayanan yang baru dan Tuhan aka nisi dengan pelayan-pelayan yang setia. Tapi kalau kita kecewa dan lari dari masalah kemudian pindah ke gereja lain, kita akan menemukan MASALAH YANG SAMA disana.

(diambil dari Majalah GFresh! Edisi ke 92, Tahun ke-9, 2008, dengan sedikit perubahan)


Ini tulisan memberkati sekali. Karena saya sendiripun, yang dari bayi sampai umur 20 tahun bergereja di gereja saya yang sekarang, juga sering melewati masa-masa sulit, kekecewaan dengan sesama pelayan Tuhan. Saya rasa semua pelayan juga pernah merasakan yak an? Kalo kata mama saya, namanya juga gereja, bukan tempat orang-orang suci doang. Gereja itu kumpulan orang-orang berdosa yang bersama-sama sedang mencari Tuhan, yang lagi sama-sama bertumbuh. Pergesekan merupakan hal yang sangat amat wajar terjadi, jadi yaaaa bertahanlah :)

Mama saya sendiri sudah di gereja saya yang sekarang ini dari jaman dia keciiilll, ikut sekolah minggu. Mungkin mulai 5/6 tahun. Mama saya punya hidup yang sulit sebagai anak ke 4 dari 12 bersaudara, dia harus mengurus dan membiayai 8 adiknya dalam keterbatasan. Emak dan engkong saya juga dipanggil Tuhan di usia yang bisa dibilang belum terlalu tua, terlalu awal, meninggalkan anak” yang masih precil-precil. Intinya, mama saya melewati banyak masa berat, gak punya apa-apa, tidak terlalu dianggap kehadirannya dalam gereja. Tapi toh karena kesetiannya mama saya mulai diangkat jadi ketua Remaja, ketua Kaum Muda, dimasanya. Hehe. Lalu jadi ketua Sekolah Minggu, dan baru-baru ini saja menjadi diaken gereja, di usia 50an. Cobaan selama 40 tahun lebih hidup di gereja saya juga gak sedikit, pasti. Tapi dengan prinsip yang dia pegang, bisa tuh bertahan. Masa-masa sulit akan selalu ada, masa-masa ingin lari dari masalah akan selalu muncul, tapi ingat, bertahanlah, pindah gereja karena kekecewaan, tidak akan berhasil.

Tetap semangat melayani ya, para pelayan Tuhan yang dikasihi Tuhan!
(posting ini dibuat untuk memnuhi tugas akhir TIK semester 2)

di semester dua ini, kami mulai mengenal kuliah yang disebut-sebut sebagai mata kuliah terberat , tersulit , terutama , dan ter- ter- yang lain lah . Perancangan Arsitektur . Jika kita gagal di mata kuliah ini , sudah dipastikan kuliah akan molor setahun *_* karena itulah Perancangan Arsitektur ini sangat amat amat penting buat mahasiswa atsitektur . apapun untuknya deh .

semester 2 , Perancangan Arsitektur 1 , kami disuruh untuk merancang sebuah counter pembayaran listrik, air, telepon, dsb . dan inilah rancangan saya :

DENAH


tidak ada yang spesial mengenai denah, ada ruang tunggu , loket, dan kamar mandi kecil . ya , seperti hal nya counter pembayatan pada umumnya . lahannya pun juga terbatas , jadi agak sulit untuk menambahkan ruangan" lain.

TAMPAK DEPAN DAN TAMPAK SAMPING


sebenarnya rancangan awal saya bukan seperti ini , namun karena acc bebrapa kali, jadilah bangunan yang seperti ini. karena ini adalah counter pembayaran listrik dan air , bangunannya pun harus menunjukkan bahwa ini adalah counter pembayaran listrik dan air. jadilah bangunannya seperti ini , ada lambang listrik (petir berwarna kuning) dan lambang air (bulatan air di bagian atap)

POTONGAN A-A


disini sedikit terlihat interior ruangannya . di bagian belakang counter pembayaran ada ornamen batu" alam, berikut petugas dan orang yang sedang membayar . ada juga orang ya sedang memasuki kamar mandi . bagian favorit saya adalah rak buku yang bentuknya kotak kotak itu . benar" unik .

PORONGAN B-B


disini terlihat ruang tunggu dan loket pembayarannya juga . terlihat ada petugas yang duduk menunggu orang yang akan membayar. yang paling saya suka dari potongan ini adalah bentuk kursi tunggu yang lucu dan unik . meja nya pun unik , hanya saja kurang terlihat detail nya .

SITE PLAN


ini adalah gambar bangunan dilihat dari atas . terlihat bangunan saya terletak di ujung sebuah pertigaan , dan atap saya dirancang dengan menggunakan dak beton .

LAYOUT PLAN


berikut adalah layout plan , bangunan dilihat dari atas, namun terlihat bagian dalam bangunan juga . dapat dilihat dari gambar, disebelah kiri bangunan saya terdapat panti asuhan , disebelah kanan dan belakang rumah saya terdapat hunian/ rumah warga. sedangkan di bagian depan bangunan terdapat sebuah sekolah .

DETAIL INTERIOR 1


dari detail interior ini dapat dilihat ruangan loket pembayaran dilihat dari sisi luar , pintu kamar mandi , dan orang yang sedang membayar di loket . disini juga lebih terlihat ornamen batu alam yang tidak rata , namun juga sedikit naik-turun. rak buku yang unik pun sudah terlihat lebih jelas disini .

DETAIL INTERIOR 2


kalau detail interior 1 tadi lebih memperlihatkan loket , detail interior kedua lebih menunjukkan ruang tunggu nya . terlihat ada banyak kursi" berikut mejanya dan ada orang yang sedang duduk menunggu pembayaran.

DETAIL ARSITEKTUR


kalau ini adalah detail arsitektur , bagian" pada bangunan yang mempunyai nilai seni/ arsitektur . rancangan bangunan saya tidak terlalu banyak yang memiliki detail arsitektur pada bentuk bangunannya . namun lebih banyak pada desain interior nya , jadilah saya menggambar perabot" yang menurut saya unik . PRESPEKTIF MATA BURUNG


ini adalah gambar yang terakhir , prespektif mata burung . bentuk bangunan kita secara keseluruhan dari pandangan mata burung (dari atas) .

hoah , benar" perjuangan memenyelesaikan tugas perancangan arsitektur ini . padahal baru PA1 , bagaimana kalau sudah PA5 ? *_*

tapi sungguh lega akhirnya tugas ini bisa selesai juga , yey . Puji Tuhan sekali lah pokok nya . semester depan , lebih berat , harus lebih kerja keras !

(posting ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir TIK , semester 2)

kali ini saya akan membahas tentang pengalaman waktu mengunjungi Shanghai TV Tower beberapa hari yang lalu :D ya , saya baru saja dari sana ;)

dari beberapa kota di China yang saya kunjungi , Shanghai , walaupun gedung nya tidak setinggi dan sepadat hong kong , tidak sekhas beijing , tapi Shanghai arsitektur nya paling LUAR BIASA . nggak menyesal saya batal ke korea dan ganti halauan pergi ke China . semua terbayar .

hari ke empat di China , saya mengunjungi Shanghai dan photo stop di salah satu daerah terindah di Shanghai .

ini diaaaaaa !


LUAR BIASA kan ?

sebenernya ada bangunan yang tinggi tinggi sekali , tapi Shanghai waktu itu sedang berkabut , jadi tidak semua bagian bangunan terlihat . sedikit mengecewakan memang :(

coba lihat foto itu lagi , mana yang paling unik ? yang paling tinggi dan yang mempunyai bulatan bulatan itu kan ? itulah Shanghai TV tower , yang sedang saya bahas ini .

sebenarnya , di daerah itu , ada jalan raya yang seolah memisahkan shanghai lama dan shanghai baru . di seberang gedung gedung tadi , sebenarnya ada bangunan yang tidak kalah luar biasanya .











kalo ini video pendek nya , bisa dilihat di akun youtube saya :)



tapi saya tidak bahas itu sekarang . mungkin nanti , di posting selanjutnya , tentang perjalanan saya ke China . lebih lengkap dan tidak menggunakan bahasa formal seperti ini , hehe . karena ini kan untuk tugas akhir .

dari photostop , saya dan rombongan mengunjungi tempat" yang lain , dan malam hari nya saya baru kembali ke daerah photostop tadi siang . bedanya , saya dibawa ke Shanghai TV tower ! masuk ke dalamnya , dan naik ke atas . wow .

saking tinggi nya sampai tertutup kabut , tidak bisa terlihat semuaa .



saya dan rombongan masuk lift , lantainya sampai 200an , woah . tapi tidak sampai 20 detik , kita sudah sampai di bulatan kedua Shanghai TV tower . telinga lumayan sakit saat naik dengan lift , perbedaan tekanan udara memang tinggi , mengingat kami naik ke lantai 200 lebih . saya lupa tepatnya berapa lantai .

sampai di atas , sebenarnya ruangan tidak tertutup tembok tapi full kaca , tapi lagi lagi , karena kabut kami tidak bisa melihat apapun :"( padahal melihat kota Shanghai dari ketinggian , apalagi waktu malam itu , pasti menyenangkan :(

di ruangan yang lain , ada yang lebih ekstrim lagi . bukan hanya dinding yang dari kaca , namun juga lantai nya dari kaca , jadi kita bisa melihat kebawah , dari lantai 200 . katanya sih , lihat kebawah seperti lihat mainan mobil"an yang keciiiill sekali (mobil sungguhan yang dilihat dari atas) tapi lagi" karena kabut , kami tidak bisa melihat APAPUN ! huuu .

walaupun tidak terlihat apa apa , tetap foto untuk kenang"an :)





bangunan ini sudah ada dari jaman 90an , bahkan pernah jadi bangunan tertinggi di dunia . walaupun sudah tidak lagi , bangunan ini tetap jadi tempat wisata yang menarik . selain arsitekturnya yang benar" unik , fasilitas yang ditawarkan pun unik . bisa liat Shanghai dari ketinggian rastusan meter !

ini bagian dalam shanghai TV tower .








hihi , mejeng dengan adik saya sedikit ya .

benar-benar nggak menyesal mengunjungi bangunan ini , walaupun waktu itu sudah jam 10 malam dan kami semua dalam keadaan capek , karena seharian sudah mengunjungi banyak tempat , kami tetap bersemangat , termasuk saya .

Shanghai TV tower memang bangunan yang luarrr biasa . two thums up ! ^^

jadi ingin pergi lagi mengunjungi bangunan unik ...